Syarah Shahih Muslim: Di Antara Keutamaan – Keutamaan Umar Radhiyallahu ta’ala ‘anhu #1

اللهم لا علم لنا إلا ما علمتنا إنك أنت العليم الحكيم. اللهم علمنا ما ينفعنا وانفعنا بما علمتنا وزدنا علما. اللهم إنا نسألك علما نافعًا ورزقا طيبًا وعملا متقبلا. اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا وأنت تجعل الحزن إذا شئت سهلا.
Kembali kita melanjutkan pembacaan hadis-hadis dari Sahih Imam Muslim, Bab Fadhailus Sahabah (Keutamaan-keutamaan Sahabat). Ya, kita sedang membahas tentang keutamaan Umar bin Khattab رضي الله تعالى عنه yang telah kita ambil. Pertama, keutamaannya bahwa Umar selalu bersama Rasulullah dan Abu Bakar. Yang kedua, mimpi Nabi صلى الله عليه وسلم yang menunjukkan akan kelebihan agamanya Umar bin Khattab dan ilmu.
Tayyib. حدثنا حرملة بن يحيى، قال: أخبرنا ابن وهب، قال: أخبرني يونس عن ابن شهاب، عن سعيد بن المسيب، وأبي سلمة بن عبد الرحمن، أنهما سمعا أبا هريرة رضي الله عنه يقول: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: بينا أنا نائم، رأيتني على قليب عليها دلو، فنزعت منها ما شاء الله، ثم أخذها ابن أبي قحافة فنزع بها ذنوبا أو ذنوبين، وفي نزعه والله يغفر له ضعف، ثم استحالت غربا، فأخذها ابن الخطاب، فلم أر عبقريا من الناس ينزع نزع عمر بن الخطاب، حتى ضرب الناس بعطن.
Sanadnya kepada Abu Hurairah رضي الله تعالى عنه bahwasanya dia mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “بينا أنا نائم، رأيتني على قليب” (Ketika sedang tidur, aku bermimpi melihat diriku berada di dekat sumur tua), “عليها دلو” (di mana terdapat sebuah timba di atasnya). “فنزعت منها ما شاء الله” (Kemudian aku mengambil air sumur itu sebanyak yang Allah kehendaki). “ثم أخذها ابن أبي قحافة” (Lalu Ibnu Abi Quhafah/Abu Bakar juga segera mengambil air yang banyak), “فنزع بها ذنوبا أو ذنوبين” (Beliau mengambil air satu timba besar atau dua timba besar). “وفي نزعه والله يغفر له ضعف” (Dia mengambil air dengan susah payah/lemah. Semoga Allah mengampuninya). “ثم استحالت غربا” (Lalu timba tersebut berubah menjadi besar). “فأخذها ابن الخطاب” (Lalu timba itu diambil oleh Ibnu Khattab/Umar). “فلم أر عبقريا من الناس ينزع نزع عمر بن الخطاب” (Aku tidak pernah melihat seorang yang kuat, yang cerdas dari umat manusia yang dapat mengambil air seperti tarikannya Umar bin Khattab). “حتى ضرب الناس بعطن” (Sehingga manusia berkerumun di dekat sumur tersebut untuk memberi minum unta-unta mereka dan unta tersebut menderum kekenyangan).
Apa makna dari mimpi Nabi صلى الله عليه وسلم ini? Beliau menjelaskan bahwasanya dia bermimpi berada di sebuah sumur yang tua. Lalu beliau ambil air. Lalu setelah itu diambil oleh Abu Bakar satu atau dua ember yang besar. Kemudian datang Umar bin Khattab, dia mengambil air yang lebih banyak. Kemudian baru manusia yang punya unta datang ke sana.
Imam Nawawi mengatakan, القليب: بئر غير مطوية. والدلو يذكر ويؤنث. Al-Qalib itu adalah sumur yang belum ditembok (tua), dan ember (dalu) itu bisa dalam bentuk mudzakkar (maskulin) dan di-muannats-kan (feminin). والذنوب: الدلو الملأى. Ad-Dzanub yaitu ember yang penuh full air. والغرب: بفتح الغين المعجمة وإسكان الراء، وهي الدلو العظيمة. Al-Gharb yaitu ember yang besar. ونزع: أي استقى. Naza’a yaitu mengambil air secukupnya. والضعف: Ad-dha’fu itu lawannya kuat (lemah). واستحالت: أي تغيرت وتحولت من الصغر إلى الكبر. Istahalat, yakni berubah, ember yang dari kecil menjadi ember yang besar. وأما العبقري فهو السيد. Adapun Al-‘Abqari, dia adalah sayyid yaitu tokoh. وقيل: الذي لا فوقه. Dan ada yang mengatakan bahwasanya dia adalah pemimpin yang tertinggi atau tempat yang tertinggi yang tidak ada lagi di atasnya. ضرب الناس بعطن: أي أرووا إبلهم ثم أناخوها عند الماء. Yakni mereka (manusia) datang dengan membawa untanya dan dia mengenyangkan untanya dengan air kemudian unta itu digiring kepada tempatnya. ‘Athan itu adalah tempat unta beristirahat.
Ulama mengatakan, هذا المنام مثل واضح لما جرى لأبي بكر وعمر في خلافتهما. Ini adalah mimpi, perumpamaan yang jelas, yaitu menggambarkan tentang apa yang terjadi bagi Abu Bakar dan Umar pada pemerintahan (khilafah) mereka berdua. Abu Bakar dua tahun setengah, kemudian Umar kurang lebih sepuluh tahun, lebih luas lagi, lebih lama lagi. وحسن سيرتهما، وظهور آثارهما، وانتفاع الناس بهما. Baiknya kelakuan mereka, tampaknya pengaruh/perubahan, dan manusia berdatangan mengambil manfaat darinya. وذلك مأخوذ من بركة النبي صلى الله عليه وسلم، وآثار صحبته. Semua itu datangnya dari hal-hal yang terjadi di masa pemerintahan mereka berdua; akhlak mereka yang tinggi, dan bekas dari apa yang mereka lakukan itu masih tersisa, masih tampak.
Apalagi Umar bin Khattab, dia adalah orang yang pertama mendudukkan manajemen pemerintahan. Lalu bagaimana manusia bermanfaat atau mendapatkan manfaat di dalam masa kekhilafahan mereka? Sejahtera. Ya, diperhatikan oleh khalifah itu sendiri. Bagaimana Umar bin Khattab terkadang di malam hari dia berkeliling melihat kondisi rakyatnya. Semua yang baik-baik itu dari Abu Bakar dan Umar, dari pemerintahannya, selama pemerintahannya, akhlaknya, dan yang lainnya, diambil dari Nabi. Yakni mereka mendapatkan asuhan langsung dari Nabi. Makanya sebaik-baik generasi itu adalah generasi para sahabat yang hidup bersama Nabi. Nabi dibimbing langsung oleh wahyu, dan sahabat dibimbing langsung oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang membawa wahyu dari Allah. Ya.
Dan juga yang baik-baik itu semua adalah dari keberkahan Nabi dan bekas atau manfaat dari bersahabat. Bersahabat dengan orang-orang yang baik, kita akan menjadi baik. Abu Bakar dan Umar selalu bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Dari situlah Abu Bakar dan Umar mengambil manfaat. فكان النبي صلى الله عليه وسلم صاحب الأمر. Nabi adalah yang memiliki urusan hal itu semua. فقام به أكمل قيام، وقرر قواعد الإسلام. Di mana Nabi صلى الله عليه وسلم melaksanakannya dengan sangat sempurna dan mengukuhkan kaidah-kaidah Islam. Nabi memberikan semuanya; penjelasan dasar-dasar, pokok-pokok, dan cabang-cabang. ودخل الناس في دين الله أفواجا. Manusia semuanya masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong. Ini disebabkan oleh akhlak Nabi, sikap Nabi kepada umatnya yang begitu toleran. Semua itu diambil dari Nabi صلى الله عليه وسلم dan itu juga tercermin pada diri Abu Bakar dan Umar. Dan itu adalah kelebihan mereka karena mereka selalu bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
وأنزل الله تعالى: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ}. Allah turunkan firman-Nya, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu.” ثم توفي النبي صلى الله عليه وسلم فخلفه أبو بكر رضي الله تعالى عنه سنتين وأشهرا. Setelah Nabi صلى الله عليه وسلم meninggal dunia, maka pucuk pimpinan diambil oleh Abu Bakar As-Siddiq atau dilaksanakan oleh Abu Bakar As-Siddiq selama dua tahun beberapa bulan. Inilah maksud dari sabda Nabi, “ذنوبا أو ذنوبين” (satu ember atau dua ember) yang mengisyaratkan bahwa masa pemerintahannya juga tidak lama.
Lalu ucapan dalam hadis tadi, ذنوبا أو ذنوبين (satu atau dua timba besar) itu adalah keraguan dari perawi (syakkur rawi). Perawi ragu, satu atau dua. والمراد السنتان كما صرح به في الرواية الأخرى. Maksudnya adalah dua tahun, sebagaimana ditegaskan dalam riwayat yang lain. وقاتل أهل الردة. Pada pemerintahan Abu Bakar terjadi peperangan memerangi orang-orang murtad (orang yang tidak mau memberi zakat sehingga mereka menjadi murtad). وقطع دابرهم، واتسع الإسلام. Jaringan mereka diputus dan Islam meluas. ثم توفي، فخلفه عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه. Setelah Abu Bakar As-Siddiq رضي الله تعالى عنه meninggal, lalu Umar mengambil khilafah. فاتسع الإسلام في زمنه، وتقررت أحكامه فيما لم يقع مثله. Lalu pada zaman beliau, Islam itu semakin berkembang dan telah menetapkan ketentuan-ketentuan hukum dalam hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
وضرب النبي صلى الله عليه وسلم المثل في هذا الحديث للمسلمين بالقليب، ولما يحصل لهم من أميرهم بالماء. Nabi صلى الله عليه وسلم memberikan perumpamaan dalam hadis ini tentang umat Islam dengan sumur yang sudah tua. Kenapa sumur? Karena dalam sumur itu terdapat air yang mana air merupakan sumber kehidupan dan sumber kebaikan. Dan Nabi memberikan perumpamaan dalam mimpi tadi, amir (pimpinan) mereka itu seperti orang yang mengambil air. Jadi kalau kita lihat, sumur ini adalah umat Islam (pemerintahan). Lalu Nabi mengambil air, kemudian Abu Bakar mengambil air, Umar mengambil air. Jumlah air mereka itu berbeda-beda. Kenapa air dijadikan perumpamaan di sini? Karena air adalah sumber kehidupan. Karena apa pun kalau tidak ada air dia akan layu dan mati. Jadi pemimpin itu bagaikan orang yang mengambil air.
وأما قوله صلى الله عليه وسلم في أبي بكر رضي الله تعالى عنه: وفي نزعه ضعف. Adapun ucapan Rasulullah tentang Abu Bakar yang mengatakan, “Di dalam tarikannya ada kelemahan.” فليس فيه حط من فضيلة أبي بكر. Hal ini tidak merendahkan keutamaan Abu Bakar dibandingkan Umar. وإنما هو إخبار عن مدة ولايته. Akan tetapi itu sekadar memberitahukan tentang singkatnya masa pemerintahannya. Ketika Dia mengatakan وفي نزعه ضعف (di dalam tarikan Abu Bakar ada kesusahan/kelemahan), apa kesusahan pada awal kekhilafahan Abu Bakar? Adalah memerangi orang-orang riddah, memerangi orang yang tidak mau memberikan zakat. Artinya dalam pemerintahan itu terjadi kesibukan di luar dari mengatur yang lebih maksimal lagi. Dan itu ketika disebutkan bahwa ini ada kelemahan, bukan berarti menurunkan kedudukan Abu Bakar kemudian menaikkan kedudukan Umar. Bukan itu maksudnya. Malahan itu adalah pemberitahuan tentang masa pemerintahannya. Abu Bakar dua tahun sekian, dia mengambil air satu atau dua ember besar, berarti ini diisyaratkan untuk dua tahun. Kemudian datang Umar. Mengatakan bahwasanya Abu Bakar di sini ada permasalahan/kelemahan, bukan berarti Umar lebih baik daripada Abu Bakar As-Siddiq. Ya, itu maksudnya.
وإنما هو إخبار عن مدة ولايته. Hanya saja itu adalah memberitahukan masa pemerintahannya. وكثرة انتفاع الناس في ولاية عمر لِطُولِهَا وَاتِّسَاعِ الْإِسْلَامِ. Dan memberitahukan banyaknya manfaat bagi manusia dalam pemerintahan Umar, karena masa Umar dalam memerintah lebih panjang, yaitu sepuluh tahun, dan semakin meluasnya Islam. Ya, begitu juga dengan manfaat yang bisa didapatkan oleh manusia, yaitu harta rampasan perang dan jizyah (pembayaran seperti yang dilakukan oleh orang-orang non-muslim yang hidup di bawah perlindungan Islam). Artinya dalam pemerintahan Abu Bakar dan Umar itu banyak sekali kebaikan-kebaikan yang didapatkan. Manusia mengambil manfaat.
Dan kalau kita lihat dalam bentuk tata kelola sebuah negara, Umarlah yang meletakkan kaidah-kaidah itu. Sampai Umar, di antaranya kalau tidak salah, menetapkan pegawai pemerintahan tidak boleh membuka usaha. Di antaranya juga, kalau terjadi pendapatan pegawai yang melebihi dari batas kewajaran, itu dipertanyakan oleh Umar. Ya. Kalau dibawa ke masa sekarang ini, “Wah, gajinya sekian, uangnya kok lebih banyak dari itu?” Ya, banyak hal. Tapi Umar telah meletakkan kaidah-kaidah ini. Kalau seandainya ada di antara pemerintahan kita sekarang yang dipilih secara demokrasi, mau mereka belajar tentang penataan, tata kelola, dan tata negara yang telah dilakukan oleh Umar bin Khattab, ini tentu akan lebih bermanfaat lagi.
Dari hadis yang kita pelajari ini menunjukkan kepada kita keutamaan Umar. Umar ini orangnya kuat dan kemampuan manajerialnya tinggi. Pada zaman dia, negara dikelola dengan baik sehingga banyak sekali manfaat yang didapatkan oleh manusia, dan ini adalah bagian dari kebaikan Umar bin Khattab. Ya, Wallahu a’lam. Demikian dulu yang dapat kita sampaikan.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.



