Kajian KitabSyarah Shahih Muslim

Syarah Shahih Muslim: Di Antara Keutamaan-Keutamaan Abu Bakar As-Siddiq radhiyallahu ta’ala ‘anhu

… والـمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين. اللهم لا علم لنا إلا ما علمتنا إنك أنت العليم الحكيم. اللهم علمنا ما ينفعنا وانفعنا بما علمتنا وزدنا علما. اللهم إنا نسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا. اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا وأنت تجعل الحزن سهلا. يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث. أصلح لنا شأننا كله ولا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين.

Kaum muslimin dan muslimat, رحمني ورحمكم الله (semoga Allah merahmati saya dan merahmati Anda sekalian). Kembali kita melanjutkan kajian Sahih Muslim, Kitab فضائل الصحابة رضي الله تعالى عنهم (Keutamaan-Keutamaan Para Sahabat radhiyallahu ta’ala ‘anhum). Pembahasan tentang keutamaan-keutamaan para sahabat. Yang pertama, Bab من فضائل أبي بكر الصديق رضي الله تعالى عنه (Di Antara Keutamaan-Keutamaan Abu Bakar As-Siddiq radhiyallahu ta’ala ‘anhu).

Di antara keutamaan-keutamaan Abu Bakar As-Siddiq. Dalam bab ini, kita akan mengetahui beberapa keutamaan-keutamaan Abu Bakar As-Siddiq. Keutamaan beliau sangat banyak. Di antaranya apa yang akan kita baca dalam bab ini. Imam Muslim mencantumkan hadisnya. Beliau mengatakan:

حدثني زهير بن حرب وعبد بن حميد وعبد الله بن عبد الرحمن الدارمي. قال عبد الله: أخبرنا، وقال الآخران: حدثنا حبان بن هلال. قال: حدثنا همام، قال: حدثنا ثابت، قال: حدثنا أنس بن مالك. أن أبا بكر الصديق رضي الله تعالى عنه حدثه قال: نظرت إلى أقدام المشركين على رؤوسنا ونحن في الغار، فقلت: يا رسول الله، لو أن أحدهم نظر إلى قدميه أبصرنا تحت قدميه. قال: يا أبا بكر، ما ظنك باثنين الله ثالثهما؟

Dengan sanadnya kepada Anas bin Malik رضي الله تعالى عنه. Anas mengatakan bahwasanya Abu Bakar As-Siddiq pernah menceritakan kepada beliau. Apa kata Abu Bakar? نظرت إلى أقدام المشركين على رؤوسنا (Aku melihat kaki orang-orang musyrikin berada di atas kepala kami), yakni ونحن في الغار (sedangkan kami pada saat itu berada di dalam gua). Ini kapan? Ini waktu hijrah. Gua apa namanya? Gua Tsur. Gua Tsur itu di Bukit Tsur, dia di atas juga ya. Posisi Gua Tsur itu di sebelah selatan Kota Makkah. Sementara posisi Madinah di sebelah utara. Nabi melakukan ini dalam rangka untuk mengecoh ya, menipu orang-orang musyrikin. Mereka tahu bahwasanya Nabi akan pergi ke Madinah. Kalau langsung saja, tentu akan diintai. Lalu Nabi mengambil langkah ini, namanya tauriyah. Nabi pergi ke bawah dulu arah ke selatan. Ketika dekat dengan Gua Tsur, jejak beliau ini hilang. Ya, orang Arab itu sebuah kepandaiannya adalah dia bisa mendeteksi dari tapak bekas tapak kaki itu. Dia bisa baca punya siapa dan siapa yang punya. Ya.

Lalu sampailah mereka ke Gua Tsur. Jadi, Abu Bakar As-Siddiq menceritakan, “Aku melihat kaki-kaki mereka, kaki-kaki musyrikin di atas kepala kami. Kami dalam gua.” فقلت (Lalu aku mengatakan) kepada Rasulullah, يا رسول الله، لو أن أحدهم نظر إلى قدميه (Wahai Rasulullah, kalau seandainya salah seorang di antara mereka melihat ke kakinya), ya melihat ke kakinya, أبصرنا تحت قدميه (pasti dia telah melihat kita di bawah kakinya). Ya. Lalu apa kata Nabi? فقال: يا أبا بكر، ما ظنك باثنين الله ثالثهما؟ Lalu Nabi mengatakan, “Wahai Abu Bakar, apa dugaanmu yang bakal terjadi pada dua orang yang di mana yang ketiganya adalah Allah?”

Maknanya: ثالثهما بالنصر والمعونة والحفظ والتسديد (Allah yang ketiganya di antara mereka berdua di dalam menolong, membantu, menjaga, dan meluruskan). Jadi, mereka sebenarnya walaupun kelihatannya hanya berdua, tapi Allah menolong mereka, Allah menjaga mereka, Allah melindungi mereka, sehingga karena Allah menjaganya, mereka tidak bisa—orang-orang musyrikin tidak bisa—melihat mereka berdua walaupun itu di bawah kaki mereka. وهو داخل في قوله تعالى (Hal ini masuk ke dalam firman Allah):

إن الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون

Masuk dalam firman Allah سبحانه وتعالى: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa, dan orang-orang yang mereka itu adalah muhsinun.” Ihsan itu apa? Ihsan itu adalah orang yang berbuat yang terbaik. Ya, ihsan itu melakukan sesuatu dengan semestinya. Dalam hadis dikatakan, ihsan itu apa? أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك (Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu). Jadi semacam sebuah proses yang disebutkan oleh Nabi. Bahwa orang ketika dia beribadah kepada Allah seakan-akan dia melihat Allah. Akankah dia beribadah asal-asalan? Tidak. Dia pasti akan beribadah, melakukan ibadah sebagaimana semestinya. Nah, begitu. Karena dia melihat Allah, dan kita tidak bisa melihat Allah di dunia, nanti إن شاء الله di akhirat di dalam surga. فإن لم تكن تراه (Jika kamu tidak melihat-Nya), فإنه يراك (sesungguhnya Allah melihatmu). Jadi bagaimana ibadah orang yang merasa sedang dipantau? Nah, kita selama ini kan beribadah tidak merasa dipantau. Orang yang merasa dia dipantau, dilihat, tentu dia juga berusaha untuk beribadah semestinya. Nah, ini namanya ma’iyah (kebersamaan). Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang mereka itu berbuat ibadah dengan semestinya. طيب (Baik).

Di sini ada معية الله (ma’iyatullah), kebersamaan Allah. Ma’iyatullah ini terbagi kepada dua: ma’iyatullah secara umum dan ma’iyatullah secara khusus. Ma’iyatullah secara umum, pertama perlu kita ketahui bahwa kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya bukan berarti Allah bersama makhluk-Nya dengan Zat-Nya, tidak. Tapi dengan sifat-Nya. Allah di mana? Allah di atas Arsy, بائن عن خلقه (Allah terpisah/jauh dari makhluk-Nya). Tapi sifat Allah bersama kita. Allah melihat kita, Allah mendengar kita, Allah mengetahui kita. Nah, ma’iyatullah pertama secara umum adalah melihat, memantau, mendengar, dan mengetahui. Ini yang pertama. Yakni secara umum bahwasanya tidak ada seorang makhluk pun baik mukmin maupun kafir kecuali dia di bawah pantauan Allah. Dia di bawah penglihatan Allah. Dia di bawah pendengaran Allah. Dia di bawah pengetahuan Allah. Tidak ada satu pun yang bisa menyembunyikan dirinya dari Allah سبحانه وتعالى.

معية خاصة (Ma’iyah khassah), kebersamaan Allah secara khusus, ini kepada hamba-hamba-Nya yang khusus: orang-orang mukmin, orang-orang bertakwa. Apa makna ma’iyatullah di sini? Adalah kebersamaan Allah dengan mereka dengan menolongnya, membelanya, membantunya. Tidak hanya sekadar melihat, mendengar, mengetahui, tapi lebih khusus lagi.

بيان عظيم لتوكل النبي صلى الله عليه وسلم حتى في هذا المقام

Di dalam hadis ini, kondisi ini menunjukkan kepada penjelasan yang agung tentang ketawakalan Nabi صلى الله عليه وسلم. Bahwa ketawakalan Nabi itu sangat luar biasa kepada Allah سبحانه وتعالى sampai dalam kondisi ini. Dan dalam hadis ini juga, وفيه فضيلة لأبي بكر الصديق (di dalam hadis ini terdapat keutamaan Abu Bakar As-Siddiq). Ini faedah lain yang bisa kita ambil, adalah keutamaan Abu Bakar As-Siddiq. وهي من أجل مناقبه (Di mana ini merupakan di antara kedudukan beliau yang paling agung). Beliau bersama Nabi. Beliau ditolong oleh Allah. Ini adalah keutamaan yang luar biasa. Makam luar biasa ini. والفضيلة من أوجه (Keutamaannya ditinjau dari beberapa sisi). Dari mana saja keutamaan Abu Bakar As-Siddiq ini?

منها هذا اللفظ (Di antaranya yang diterangkan dalam lafaz/hadis ini), yaitu beliau bersama Nabi di dalam gua dilindungi oleh Allah سبحانه وتعالى. ومنها بذله نفسه (Di antaranya adalah beliau berkorban dengan jiwanya). Yakni pengorbanan dirinya untuk Islam. Menemani Nabi ini tantangan yang berat karena orang Quraisy sudah memutuskan untuk membunuh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Otomatis ketika dia menemani Nabi, dia terancam untuk dilakukan hal yang sama. ومفارقته أهله وماله ورياسته في طاعة الله تعالى ورسوله (Beliau meninggalkan keluarganya, hartanya, dan kedudukannya dalam rangka ketaatan kepada Allah dan kepada Rasul-Nya). Coba dia pergi hijrah, dia tinggalkan anak istrinya. Ya, dia tidak bawa anak istrinya. Ini adalah pengorbanan yang luar biasa dalam ketaatan kepada Allah dan taat kepada Rasulullah dalam kondisi yang genting.

وملازمته النبي صلى الله عليه وسلم ومعاداة الناس فيه (Kesertaan beliau selalu bersama Nabi صلى الله عليه وسلم dan permusuhan manusia yang dihadapi karenanya). Dalam hal itu, ketika dia menemani Rasulullah, dia harus pasang badan menghadapi permusuhan masyarakatnya. Ini luar biasa ya, loyalitas yang sangat tinggi. ومنها: جعله نفسه فداء له (Di antara keutamaan beliau juga adalah pembelaan beliau yang menjadikan dirinya sebagai tebusan/tameng terhadap Nabi صلى الله عليه وسلم), yang sepenuh hati. Jadi tidak tanggung-tanggung. Ya, inilah keutamaan Abu Bakar As-Siddiq ya, sehingga dia termasuk menjadi orang yang terbaik dari umat ini.

Kita ambil hadis yang kedua.

حدثنا عبد الله بن جعفر بن يحيى بن خالد، قال: حدثنا معن، قال: حدثنا مالك، عن أبي النضر، عن بسر بن سعيد، عن أبي سعيد الخدري أن رسول الله صلى الله عليه وسلم جلس على المنبر فقال: إن عبدا خيره الله بين أن يؤتيه من زهرة الدنيا وبين ما عنده، فاختار ما عنده. فبكى أبو بكر وبكى، وقال: فديناك بآبائنا وأمهاتنا. قال أبو سعيد: فكان رسول الله صلى الله عليه وسلم هو المخير، وكان أبو بكر أعلمنا به. وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن أمن الناس علي في ماله وصحبته أبو بكر، ولو كنت متخذا خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا، ولكن أخوة الإسلام، لا يبقين في المسجد خوخة إلا خوخة أبي بكر.

Dengan sanadnya kepada Abu Said رضي الله تعالى عنه. Dia mengatakan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم جلس على المنبر (Beliau duduk di atas mimbar). Jadi mimbar beliau itu kayak anak tangga. Paling atasnya dia duduk. فقال (Lalu beliau mengatakan): إن عبدا خيره الله بين أن يؤتيه من زهرة الدنيا وبين ما عنده، فاختار ما عنده (Seorang hamba, Allah berikan kepadanya pilihan untuk diberikan kepadanya kemegahan dunia, antara kemegahan dunia dan antara apa yang ada di sisi-Nya, lalu dia memilih apa yang ada di sisi-Nya). Ini seorang hamba Allah berikan pilihan kepada dia, “Kamu memilih kehidupan dunia atau memilih apa yang ada di sisi Kami?” yakni akhirat. فاختار ما عنده (Lalu dia memilih pahala yang ada di sisi-Nya).

فبكى أبو بكر وبكى (Lantas Abu Bakar menangis dan menangis). وقال (Lalu dia mengatakan): فديناك بآبائنا وأمهاتنا (Kami bersedia menebus engkau dengan bapak-bapak kami dan ibu-ibu kami). Abu Said Al-Khudri mengatakan: فكان رسول الله صلى الله عليه وسلم هو المخير (Rasulullah itulah orang yang diberi pilihan). Yakni maksud tadi hamba yang diberikan pilihan itu adalah Rasulullah. Jadi Rasulullah datang tawaran dari Allah, “Engkau memilih dunia atau memilih akhirat?” Rasulullah memilih akhirat. Dialah yang dimaksud dengan hamba tadi.

وكان أبو بكر أعلمنا به (Adapun Abu Bakar adalah orang yang paling paham dan mengerti, paling tahu dengan Rasulullah). Ini pengakuan dari Abu Said Al-Khudri. Mendengar hal itu langsung dia menangis. Ini apa nih maksudnya? Berarti ini sudah mulai berakhir masa Nabi ya. Mulai menangis karena dia tahu ini berarti masa bersama Rasulullah itu semakin pendek, tugasnya sudah berakhir.

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم (Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda): إن أمن الناس علي في ماله وصحبته أبو بكر (Sesungguhnya orang yang paling setia kepadaku, baik di dalam hartanya maupun dalam persahabatannya, adalah Abu Bakar). Orang yang paling setia, yang paling tulus. ولو كنت متخذا خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا (Kalau seandainya aku memilih seorang kekasih yang setia, niscaya aku telah memilih Abu Bakar sebagai kekasih yang setia). ولكن أخوة الإسلام (Akan tetapi dia adalah saudaraku di dalam Islam). لا يبقين في المسجد خوخة إلا خوخة أبي بكر (Janganlah ada sebuah pintu kecil pun di dalam masjid kecuali hanya pintu milik Abu Bakar). Jadi tidak ada lagi pintu-pintu yang lain kecuali hanya pintu Abu Bakar. Ini juga menunjukkan kepada kita tentang keutamaan Abu Bakar As-Siddiq رضي الله تعالى عنه.

Di mana Abu Bakar As-Siddiq dalam hadis di atas sangat mengetahui apa yang dimaksud oleh Nabi. فبكى أبو بكر وبكى (Abu Bakar menangis dan menangis), maknanya بكى كثيرا ثم بكى (menangis sejadi-jadinya). Kemudian dia menangis terus menangis setelah mendengar Nabi bersabda itu. والمراد بزهرة الدنيا نعيمها وغضارتها وحظوظها (Maksud dengan bunga dunia, kemegahan dunia, yaitu kenikmatannya dan seluruh kemegahannya). Ya, sama mirip dengan bunga taman. وشبهها بزهرة الروض (Diibaratkan seperti bunga taman). Di mana bunga taman itu, itulah yang menghiasinya, itulah yang mempercantiknya. Taman kalau tidak ada bunga tidak akan menjadi cantik.

وقوله فديناك دليل لجواز التفدية (Ucapannya: “Kami tebus engkau,” adalah dalil bolehnya fidyah / penebusan). جواز الفدية (Bolehnya kita menebus), ya, yakni maksudnya Abu Bakar mengatakan, “Bapak dan ibu kami, kami korbankan demi cinta kepadamu.” Ya. وكان أبو بكر الصديق علم أن النبي صلى الله عليه وسلم هو العبد المخير، فبكى حزنا على فراقه وانقطاع الوحي وغيره من الخير الدائم (Abu Bakar As-Siddiq adalah orang yang mengetahui bahwasanya Nabi dialah hamba yang dimaksud, hamba yang dipilih. Beliau menangis karena sedih akan berpisah dengan beliau, karena terputusnya wahyu dan yang lainnya dari kebaikan-kebaikan yang selalu datang selama Nabi masih ada).

وإنما قال عبدا أبهمه لينظر فهم أهل المعرفة ونباهة أصحاب الحذق (Hanya saja Nabi mengatakan “seorang hamba”, tidak disebutkan langsung dengan dirinya, beliau sebut secara umum saja tanpa ditunjuk siapa nama, agar beliau melihat pemahaman orang yang paham ya, serta kecerdasan orang yang cerdas). Orang yang cerdas dia akan bisa, “Oh, iya ini maksudnya ini nih.” Nah, begitu. Sehingga Nabi tidak sebutkan maksudnya atau namanya. Sehingga kelihatan Abu Bakar adalah orang yang sangat cerdas. Dia paham yang dimaksud dengan hamba ini adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

قوله: إن أمن الناس علي في ماله وصحبته أبو بكر (Sabdanya: Sesungguhnya manusia yang paling setia terhadapku dalam harta dan persahabatannya adalah Abu Bakar). قال العلماء: معناه أكثرهم جودا وسماحة لنا بنفسه وماله (Ulama mengatakan, maknanya adalah orang yang paling dermawan, paling pemurah, paling mencurahkan kepada kami jiwa dan hartanya). Ya. وليس هو من المن الذي هو التعديد بالصنيعة (Bukan maksud dari menyebut-nyebut kebaikan). لأنه أذى (Karena menyebut kebaikan/mengungkit pemberian itu adalah menyakiti), مبطل للثواب (akan menghapus dan menghilangkan pahala). وإن المنة لله ولرسوله في قبول ذلك وفي غيره (Karena al-minnah, yakni menyebut/mengungkit kebaikan itu, haknya hanya milik Allah, dan untuk Rasul-Nya di dalam menerima hal yang demikian). Ya.

Lalu Nabi mengatakan, “Kalau seandainya aku memilih teman setia, pasti aku telah jadikan Abu Bakar As-Siddiq, akan tetapi persahabatan dalam Islam.” Akan tetapi أخي وصاحبي (ini saudaraku, ini adalah temanku). قد اتخذ الله صاحبكم خليلا (Sahabat kalian—yakni maksudnya adalah Rasulullah—telah dijadikan oleh Allah sebagai kekasih). Ya, والله تعالى أعلم (Wallahu ta’ala a’lam).

Ini yang dapat kita sampaikan. Semoga bermanfaat. Apa yang tentu tadi kita sebutkan menunjukkan akan kedudukan Abu Bakar As-Siddiq yang luar biasa, dan masih ada hadis-hadis yang lain yang إن شاء الله akan kita pelajari pada pertemuan-pertemuan berikutnya ya, tentang hal yang menunjukkan dan menekankan kepada kita bahwasanya Abu Bakar adalah sahabat yang terbaik. والله تعالى أعلم وصلى الله على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Related Articles

Back to top button