Tarawih: Jumlah Rakaat & Rahasia Pahala Semalam Penuh
Shalat-shalat sunat ini juga beragam. Ada shalat sunat yang dinamakan رَوَاتِب (Rawatib), yang mengikuti shalat-shalat wajib: dua rakaat sebelum Subuh, empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Magrib, dua rakaat setelah Isya.
Di antara shalat sunat juga adalah shalat malam (صَلَاةُ اللَّيْلِ), yang Allah Subhanahu wa Ta’ala puji di dalam kitab-Nya orang-orang yang mengerjakannya. Di antaranya firman Allah:
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا [QS. Al-Furqan: 64]
(Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka).
Nabi ﷺ bersabda: أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ (Sebaik-baik shalat setelah shalat fardu adalah shalat malam). Juga beliau bersabda: أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ (Wahai manusia, tebarkanlah salam, bagikanlah makanan, jalinlah hubungan silaturahim, shalatlah pada malam hari sementara manusia sedang tidur, niscaya kalian masuk ke dalam surga dengan selamat).
Di antara shalat malam adalah صَلَاةُ الْوِتْرِ (Shalat Witir). Jumlah rakaat terkecil dari shalat Witir ini adalah satu rakaat, paling banyaknya 11 rakaat.
- Witir 1 Rakaat: Boleh Witir satu rakaat saja, tidak mesti diawali dengan dua rakaat. Nabi ﷺ mengatakan:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ(Siapa yang ingin Witir satu rakaat, laksanakanlah). (HR. Abu Daud dan Nasa’i). - Witir 3 Rakaat: Boleh juga Witir dengan tiga rakaat. Beliau ﷺ bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ(Siapa yang ingin Witir tiga rakaat, silakan). (HR. Abu Daud dan Nasa’i).- Cara Pertama: Melaksanakannya sekaligus tiga rakaat dengan satu salam di akhirnya. Ini boleh, diriwayatkan oleh Ath-Thahawi bahwa
عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَىٰ عَنْهُ(Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu) berwitir tiga rakaat sekaligus, tidak salam kecuali di akhirnya. - Cara Kedua: Mengerjakan dua rakaat lalu salam, kemudian shalat satu rakaat lagi. Berdasarkan hadits Imam Bukhari dari
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ(Abdullah bin Umar)أَنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ بَيْنَ الرَّكْعَتَيْنِ وَالرَّكْعَةِ فِي الْوِتْرِ(bahwasanya beliau (Ibnu Umar, mencontoh Nabi) bersalam antara dua rakaat dan satu rakaat dalam shalat Witir),حَتَّىٰ يَأْمُرَ بِبَعْضِ حَاجَتِهِ(sampai-sampai beliau memerintahkan (sesuatu untuk) kebutuhannya di antara dua rakaat dan satu rakaat itu), artinya boleh ada jeda/kegiatan.
- Cara Pertama: Melaksanakannya sekaligus tiga rakaat dengan satu salam di akhirnya. Ini boleh, diriwayatkan oleh Ath-Thahawi bahwa
- Witir 5 Rakaat: Terkadang Rasulullah ﷺ Witir dengan lima rakaat sekaligus, tidak duduk (
تَشَهُّد) dan tidak salam kecuali hanya pada rakaat terakhir. Berdasarkan hadits Nabi ﷺ:مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ(Siapa ingin Witir lima rakaat, silakan dia kerjakan). Juga dariعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَىٰ عَنْهَا(Aisyah radhiyallahu ‘anha), ia mengatakan:كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً(Nabi ﷺ shalat malam 13 rakaat),يُوتِرُ مِنْ ذَٰلِكَ بِخَمْسٍ، لَا يَجْلِسُ فِي شَيْءٍ مِنْهُنَّ إِلَّا فِي آخِرِهِنَّ(beliau berwitir dari 13 itu dengan lima rakaat, beliau tidaklah duduk (tasyahud) sama sekali dalam lima rakaat itu kecuali pada rakaat terakhir). - Witir 7 Rakaat: Boleh juga Witir dengan tujuh rakaat sekaligus seperti lima rakaat tadi (tidak dipisah salam). Kata
أُمِّ سَلَمَةَ(Ummu Salamah):كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُوتِرُ بِسَبْعٍ وَبِخَمْسٍ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِسَلَامٍ وَلَا كَلَامٍ(Nabi ﷺ biasa Witir 7 rakaat dan 5 rakaat, beliau tidak memisahkan antaranya dengan salam tidak juga dengan perkataan). - Witir 9 Rakaat: Boleh juga Witir dengan 9 rakaat. Caranya: kerjakan 8 rakaat, lalu duduk
تَشَهُّد(tasyahud awal) di rakaat ke-8 dan berdoa, kemudian berdiri lagi (tanpa salam), kerjakan rakaat ke-9, lalu dudukتَشَهُّدakhir dan bersalam. - Witir 11 Rakaat: Beliau ﷺ juga terkadang Witir dengan 11 rakaat. Sebagaimana kata Aisyah:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُصَلِّي مَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ [...] إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَىٰ عَشْرَةَ رَكْعَةً(Rasulullah ﷺ shalat antara Isya hingga Subuh sebanyak 11 rakaat),يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ(beliau bersalam pada setiap dua rakaat dan berwitir dengan satu rakaat).- Cara lain 11 Rakaat (4-4-3): Boleh juga mengerjakan shalat 4 rakaat, kemudian 4 rakaat, dan ditutup 3 rakaat Witir. Berdasarkan hadits Aisyah juga:
كَانَ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُSْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُSْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا(Beliau ﷺ shalat 4 rakaat, jangan ditanya tentang keindahan dan panjangnya, kemudian shalat 4 rakaat lagi, jangan ditanya tentang keindahan dan panjangnya, kemudian beliau shalat 3 rakaat).
- Cara lain 11 Rakaat (4-4-3): Boleh juga mengerjakan shalat 4 rakaat, kemudian 4 rakaat, dan ditutup 3 rakaat Witir. Berdasarkan hadits Aisyah juga:
Variasi dalam ibadah ini gunanya agar kita tidak mudah bosan dan tidak meninggalkan ibadah tersebut; kita bisa memilih cara mana yang mampu kita kerjakan sebagai amalan tambahan.
Shalat Malam di Bulan Ramadan (قِيَامُ رَمَضَانَ)
Di antara shalat malam, yang paling afdal adalah shalat malam pada bulan Ramadan (قِيَامُ رَمَضَانَ). Sebagaimana sabda Nabi ﷺ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (Siapa yang menegakkan (shalat malam) Ramadan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu).
- Maksud
قِيَامُ رَمَضَانَdi antaranya adalahصَلَاةُ التَّرَاوِيحِ(Shalat Tarawih). - Shalat Tarawih ini dilaksanakan berjamaah (
جَمَاعَة). Nabi ﷺ adalah orang pertama yang melaksanakannya berjamaah di masjid. Kemudian beliau tinggalkan karena khawatir akan diwajibkan (وَاجِب) kepada umatnya. - Setelah Nabi ﷺ wafat dan masa Abu Bakar, kaum muslimin shalat Tarawih sendiri-sendiri. Pada masanya Umar bin Khattab, beliau menghidupkan kembali shalat Tarawih berjamaah, memilih
أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍdanتَمِيمٌ الدَّارِيُّsebagai imam. Mereka membaca sekitar 200 ayat per rakaat hingga hampir terbit fajar, sampai makmum bertumpu pada tongkat saking lamanya berdiri. - Terjadi perbedaan (
اخْتِلَاف) di kalangan Salaf Saleh tentang jumlah rakaat Tarawih dan Witir. Ada yang mengatakan 41, 39, 29, 23, 19, 13, atau 11 rakaat. Jadi, variasinya banyak, tidak hanya 11 vs 23. - Pendapat yang terkuat (
أَقْوَى) adalah mengerjakan 11 atau 13 rakaat, sebagaimana dalam hadits Aisyah (مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَىٰ إِحْدَىٰ عَشْرَةَ رَكْعَةً) dan hadits Ibnu Abbas (menyebutkan 13 rakaat). Ada yang menafsirkan 13 rakaat itu adalah 11 rakaat Witir + 2 rakaat sunnah fajar. - Anjuran Tarawih Berjamaah: Tidak pantas bagi seorang laki-laki meninggalkan atau tidak ikut serta shalat Tarawih berjamaah di masjid. Agar mendapatkan pahala penuh, janganlah ia selesai atau keluar dari shalat sebelum imam selesai (
حَتَّىٰ يَنْصَرِفَ الْإِمَامُ). Jangan berpikir, “Saya shalat 4 rakaat saja di masjid ini karena imamnya baca satu juz, nanti saya tambah di rumah.” Jika dia bersabar shalat bersama imam sampai selesai, itu akan dicatat baginya seperti beribadah semalam suntuk, berdasarkan hadits:مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّىٰ يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ(Siapa yang shalat (malam) bersama imam hingga imam selesai, dicatat baginya (pahala) shalat semalam penuh). - Wanita dan Tarawih: Boleh wanita hadir shalat Tarawih di masjid apabila aman dari
فِتْنَة(fitnah). Tapi jika dikhawatirkan terjadiفِتْنَة, makaصَلَاتُهَا فِي بَيْتِهَا أَفْضَلُ(shalatnya wanita di rumahnya lebih utama).
Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, jadi shalat Tarawih adalah bagian dari قِيَامُ اللَّيْلِ (shalat malam). Hendaklah kita bersabar mengerjakannya dengan senang hati bersama imam hingga selesai, semoga kita mendapatkan keutamaan beribadah semalam suntuk.
Ini yang dapat kita sampaikan untuk menambah wawasan tentang shalat قِيَامُ رَمَضَانَ kita.
صَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.
