Syarah Shahih Muslim: Di Antara Keutamaan-Keutamaan Abu Bakar As-Siddiq radhiyallahu ta’ala ‘anhu #1

Amma ba’ad (Adapun setelah itu). اللهم لا علم لنا إلا ما علمتنا إنك أنت العليم الحكيم. اللهم علمنا ما ينفعنا وانفعنا بما علمتنا وزدنا علما. اللهم إنا نسألك علما نافعًا ورزقًا طيبًا وعملا متقبلا. اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا. Kita lanjutkan pengambilan hadis-hadis dalam bab keutamaan atau di antara keutamaan Abu Bakar. Hadis yang berikutnya.
حدثنا محمد بن بشار العبدي، قال: حدثنا محمد بن جعفر، قال: حدثنا شعبة، عن إسماعيل بن رجاء، سمع عبد الله بن أبي الهذيل يحدث عن أبي الأحوص، سمع عبد الله بن مسعود يحدث عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: لو كنت متخذًا خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا، ولكنه أخي وصاحبي، وقد اتخذ الله عز وجل صاحبكم خليلا. Sanadnya kepada Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda: لو كنت متخذًا خليلا (Jika seandainya aku memilih atau mengambil seseorang sebagai kekasih), لاتخذت أبا بكر خليلا (sungguh aku telah jadikan Abu Bakar sebagai kekasihku, kekasih yang setia). ولكنه أخي وصاحبي (Akan tetapi dia adalah saudaraku dan sahabatku). وقد اتخذ الله عز وجل صاحبكم خليلا (Dan sungguh Allah telah menjadikan sahabat kalian ini—yakni maksudnya dirinya sendiri—sebagai kekasih Allah سبحانه وتعالى).
حدثنا محمد بن المثنى وابن بشار، واللفظ لابن المثنى، قالا: حدثنا محمد بن جعفر، قال: حدثنا أبو إسحاق عن أبي الأحوص عن عبد الله عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: لو كنت متخذًا من أمتي أحدًا خليلا لاتخذت أبا بكر. Dengan Abdullah—yakni Abdullah bin Mas’ud—dari Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda: “Kalau seandainya aku mengambil-ambil dari umatku seseorang sebagai kekasih, sungguh aku telah jadikan Abu Bakar sebagai kekasihku.”
حدثنا محمد بن المثنى وابن بشار، قالا: حدثنا عبد الرحمن، قال: حدثنا سفيان عن أبي إسحاق عن أبي الأحوص عن عبد الله. وحدثنا عبد الله بن حميد (عبد بن حميد)، قال: أخبرنا جعفر بن عون، قال: أخبرنا أبو عميس عن ابن أبي مليكة عن عبد الله، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لو كنت متخذًا خليلا لاتخذت ابن أبي قحافة خليلا. Sanadnya kepada Abdullah—Abdullah bin Mas’ud—yakni قال (dia bersabda) berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Kalau seandainya aku mengambil seorang kekasih, sungguh aku telah jadikan putra Abi Quhafah sebagai kekasih.”
حدثنا عثمان بن أبي شيبة، حدثنا عثمان بن أبي شيبة وزهير بن حرب وإسحاق بن إبراهيم، قال إسحاق: أخبرنا، وقال الآخران: حدثنا جرير عن مغيرة عن واصل بن حيان عن عبد الله بن أبي الهذيل عن أبي الأحوص عن عبد الله عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لو كنت متخذًا من أهل الأرض خليلا لاتخذت ابن أبي قحافة خليلا، ولكن صاحبكم خليل الله. Dari Nabi صلى الله عليه وسلم melalui jalur Abdullah bin Mas’ud, beliau bersabda: “Kalau seandainya aku—لو كنت متخذًا من أهل الأرض خليلا—kalau seandainya aku mengambil dari penduduk bumi ini seorang kekasih yang aku jadikan dia sebagai kekasih, لاتخذت ابن أبي قحافة خليلا (sungguh aku telah jadikan putra Abi Quhafah sebagai kekasih). ولكن صاحبكم خليل الله (Akan tetapi teman kalian—yakni maksudnya adalah Rasulullah—adalah kekasih Allah).”
حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة، قال: حدثنا أبو معاوية ووكيع. (ح) وحدثنا إسحاق بن إبراهيم، قال: أخبرنا جرير. (ح) وحدثنا أبو كريب، قال: حدثنا أبو معاوية، قال: حدثنا الأعمش عن عبد الله بن مرة عن أبي الأحوص عن عبد الله، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ألا إني أبرأ إلى كل خل من خله، ولو كنت متخذًا خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا، ولكن إن صاحبكم خليل الله. Dengan sanadnya kepada Abdullah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ألا إني أبرأ إلى كل خل من خله. Ketahuilah kata Nabi, ini: أبرأ إلى كل خل من خله (Sesungguhnya aku berlepas diri dari semua persahabatan yang menjadikan seseorang sebagai kekasih). ولو كنت متخذًا خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا (Kalau saja aku boleh menunjukkan, menunjuk seseorang menjadi kekasihku, niscaya aku akan memilih Ibnu Abi Quhafah sebagai kekasih). ولكن إن صاحبكم خليل الله (Akan tetapi sahabat kalian—yakni maksudnya Rasulullah—adalah خليل الله [kekasih Allah]).
Dari beberapa hadis ini yang kita ambil, Imam Nawawi menjelaskan: لو كنت متخذًا خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا، ولكن أخوة الإسلام. Akan dan yang lain: ولكن أخي وصاحبي. Dalam riwayat yang lain: خليلًا (Sahabat kalian ini telah Allah jadikan sebagai kekasih).
قال القاضي: أصل الخلة الافتقار. Qadhi, dia mengatakan, kata khullah, asal khullah ada asalnya berarti membutuhkan atau bergantung. Itu bergantung. وخليل الله. Ya. الافتقار والانقطاع (Al-iftiqar, membutuhkan. Al-inqitha’, yakni bergantung). فخليل الله المنقطع إليه. Kasih Allah maksudnya orang yang sangat membutuhkan kepada Allah. وقيل: لقصره حاجته على الله. Dan juga yang mengatakan, kata khullah itu artinya ada juga orang, maksudnya ada juga yang mengatakan maksudnya adalah orang yang hanya membutuhkan Allah dalam segala kehidupannya, seluruh kebutuhannya.
وقيل: الخلة الاختصاص. Ada yang mengatakan makna kata khullah itu adalah al-ikhtishash, sesuatu yang khusus. Jadi ketika kita jadikan dia teman kekasih, kita jadikan dia sebuah yang istimewa ya, yang khusus. وقيل: من الاصطفاء. Ada lagi yang mengatakan khullah itu adalah terpilih. Jadi sekian banyak kawan, kita jadikan satu di antara yang banyak itu menjadi pilihan, menjadi istimewa. Ya.
سمي إبراهيم خليلا. Nabi Ibrahim dinamakan sebagai Khalil (kekasih), لأنه والى في الله تعالى وعادى فيه. Nabi Ibrahim makan dengan Khalil karena mencintai seseorang karena Allah dan membenci seseorang karena Allah. وسمي به. Ada lagi mengatakan dinamakan demikian, لأنه تخلق بخلال حسنة وأخلاق كريمة. Makan juga dengan Khalil itu karena Nabi Ibrahim mempunyai sifat yang baik dan akhlak yang mulia.
خلة الله له نصره وجعله إمامًا لمن بعده. Allah menjadikan sebagai kekasih, maksudnya Allah menolongnya dan Allah menjadikannya imam atau pemimpin bagi orang-orang setelahnya. Ya. Nabi Ibrahim menjadi pemimpin. Dia adalah bapak para nabi. Seluruh nabi setelahnya itu adalah keturunan Nabi Ibrahim.
وقال ابن فورك. (Ibnu Fur, wa qala Ibnu, Ibnul, Ibnul Faurk). الخلة صفاء المودة بتخلل الأسرار. Itu adalah cinta yang murni dan mengetahui semua sifat kekasih. Jadi orang-orang yang betul-betul spesial ya. Rasa senang dan cintanya yang murni dan kerahasiaan dia ketahui semuanya. Jadi seakan-akan tidak ada lagi pembatas antara dirinya dan orang yang dia cintai itu.
أصلها المحبة. Ada mengatakan asal dari khullah itu adalah artinya adalah kecintaan. ومعناه الإسعاف. Maknanya juga berarti menolong atau membantu. والإلطاف (Yaitu berlemah lembut). وقيل: الخليل من لا يتسع قلبه لغير خليله. Khalil (kekasih) itu adalah orang yang tidak ada lagi ruang untuk hatinya kecuali kekasihnya. Di hatinya semuanya itu adalah untuk kekasihnya. Itu ya.
Kalau kita lihat: المرء على دين خليله (Seseorang itu berada di agama kekasihnya). Yang sampai kepada tingkat khullah tadi, karena yang ada di hatinya ia kekasihnya itu, maka dia akan memberikan pengaruh kepada dirinya, sampai mempengaruhi agamanya. Kalau seandainya orang yang difavoritkan saja oleh anak-anak muda sekarang itu mengubah hidupnya, cara dia berpakaian, model rambutnya. Ketika ditanya, “Loh kenapa seperti ini?” “Saya kan si fulan ya, pemain bola begini.” Suka atau yang lainnya mengubah itu, baru rasa suka saja. Bagaimana kalau sudah menjadi khalil, kekasih yang tadi disebutkan hatinya itu tidak ada lagi ruang untuk yang lain. Makanya Nabi Ibrahim juga adalah خليل الله (kekasih Allah), karena di hatinya tidak ada kecuali hanya untuk Allah.
ومعنى الحديث. Makna dari hadis: أن حب الله تعالى لم يبق في قلبه موضعًا لغيره. Maknanya bahwa cinta kepada Allah tidak ada lagi ruang di hatinya selain dari itu. Hanya cinta kepada Allah. Tidak ada lagi ruang untuk selain itu. Tidak ada ruang untuk mencintai dunia. Tidak ada. Ya.
قال القاضي. Qadhi, dia mengatakan: وجاء في أحاديث. Ada nas dalam hadis-hadis: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ألا وأنا حبيب الله. “Ketahuilah aku ini adalah kekasih Allah.” فاختلف المتكلمون هل المحبة أرفع من الخلة. Jadi, perbedaan pandangan ulama ya, apakah mahabbah lebih tinggi derajatnya daripada khullah? Khullah arfa’. Apakah rasa mencintai, atau orang yang dicintai, atau kecintaan itu lebih tinggi daripada kekasih, atau kekasih lebih tinggi daripada kecintaan, أم هما سواء (atau mereka itu sama).
فقال طائفة: هما بمعنى. Sekelompok ulama mengatakan keduanya satu maknanya. Khulullah dengan mahabbah, sama-sama kekasih, sama-sama cinta. فلا يكون الحبيب إلا خليلا. Tidaklah seorang menjadi yang dicintai kecuali yang dikasihi. Ya. ولا يكون الخليل إلا حبيبًا. Tidak ada yang menjadi kekasih kecuali karena dia dicintai. وقيل: الحبيب أرفع. Ada mengatakan yang (Habiib) atau yang dicintai itu lebih tinggi. لأنها صفة نبينا صلى الله عليه وسلم. Dia adalah sifat dari nabi kita. Karena nabi mengatakan tadi: ألا وأنا حبيب الله (Ketahuilah aku adalah kekasih Allah).
وقيل: الخليل أرفع. Ada mengatakan khalil itu lebih tinggi kedudukannya. وقد ثبتت خلة نبينا صلى الله عليه وسلم لله تعالى بهذا الحديث. Dan kekasihnya nabi kita, atau nabi menjadi kekasih Allah sudah dibuktikan dalam hadis ini. ونفي أن يكون له خليل غيره. Lalu dinafikanlah bahwasanya nabi itu adalah kekasih selain daripada Allah. Makanya Nabi tidak mau mengambil orang lagi yang dijadikan sebagai kekasih, karena ruang di dalam hatinya sudah tidak ada lagi. Ruang hatinya untuk siapa? Untuk Allah سبحانه وتعالى.
وأثبت محبته لخديجة. Tapi kalau rasa cinta, Nabi telah mengatakan bahwa dia mencintai Khadijah. وعائشة (Dia mencintai Aisyah). وأبيها (Mencintai bapaknya Aisyah). Ya. وأسامة. Ya. Usamah bin Zaid yang dicintai. Ya. وأبيه (Dan bapaknya, Zaid bin Haritsah). وفاطمة (Putrinya). Ya. وابنيها. (Kedua anaknya, Hasan dan Husain). Nabi sudah katakan dia ini adalah orang-orang yang dicintai. Nah, berarti sementara khalil Nabi tidak mau menjadikan khalil karena dia sudah خليل الله. Dari sini menunjukkan bahwa khalil kedudukannya lebih tinggi daripada habib. Ya.
Kalau dibawa ke bahasa Indonesia, sama keduanya diterjemahkan “kekasih”, tetapi itu berbeda. Nah, maka dengan kita mengetahui makna khullah tadi, yang dia adalah khalil, dari situ kita mengetahui bahwa apa yang diterjemahkan atau diaplikasikan oleh sebagian kawan ketika: المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل. (Seseorang berada di atas agama kekasihnya, yaitu yang sudah sampai kepada derajat tidak ada lagi di hatinya kecuali kawannya ini). Ya. Makanya dia akan mengikuti apa yang ada pada dirinya. Sampai kadang-kadang mungkin gelaknya sama, cara mengeceknya sama, cara berjalannya sama, ikut kepakaian hampir-hampir sama. Ya. Boleh jadi ikut bau hampir sama, betul-betul dia ke mana, dia ikut dia. Tidak hanya sebatas berteman, baru pergi sekali baru pergi bayang. Ya. Keluarlah dalil: المرء على دين خليله. Khullah itu adalah tingkat kekasih yang paling tinggi. Kita sudah pelajari tadi. Di antaranya adalah tidak ada ruang di hatinya untuk mencintai yang lain. Ha, begitu. Kalau cinta, yakni mahabbah, boleh jadi dia mencintai ini, mencintai ini, mencintai ini, mencintai, kunduannya mencintai.
محبة الله تعالى لعبده تمكينه من طاعته وعصمته وتوفيقه. (Mahabbatullah ta’ala li’abdihi tamkinuhu min tha’atihi wa ‘ishmatuhu wa taufiquhu wa taisirul althafihi wa hidayatuhu wa ifadhatu rahmatihi ‘alaih). Cinta Allah kepada hamba, apa maknanya ya? Jika Allah سبحانه وتعالى mencintai hamba, maknanya adalah Allah memberikan kemudahan baginya untuk menaati-Nya. يمكّنه من طاعته. Allah berikan keleluasaan, kemampuan pada seorang hamba ini dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Jadi kalau Allah mencintai hamba, Allah berikan fasilitas kepadanya untuk menaati-Nya.
وعصمته. Allah menjaganya. وتوفيقه (Dan Allah memberikan taufik kepadanya). Taufik, kemudahan. وتيسير ألطافه. Allah سبحانه وتعالى berikan kepadanya kelembutan-Nya. وهدايته (Dan Allah akan berikan, berikan hidayah kepadanya). وإفاضة رحمته عليه. Allah curahkan rahmat-Nya kepada orang tadi. Ya. هذه مبادئها. Ini adalah dasar-dasar dari mahabbah. Jadi kalau kita pergi ke hadis ayat, ayat surah Ali Imran ayat 31: إن كنتم تحبون الله فاتبعوني (Jika kamu—katakan Muhammad—jika kamu mencintai Allah, ikuti aku).
Apa yang akan kita dapatkan ketika kita mengikuti Rasulullah? يحببكم الله. Allah akan mencintaimu. Kalau Allah sudah mencintai kita, apa yang akan kita dapatkan? Allah akan mudahkan kita untuk menaati-Nya. Allah akan lindungi kita. Allah akan berikan taufik kepada kita. Allah mudahkan kelembutan-Nya kepada kita. Allah berikan hidayah. Allah curahkan rahmat-Nya kepada kita. Ya.
وأما غايتها. Adapun tujuan-tujuannya adalah: كشف الحجاب عن قلبه حتى يراه ببصيرته. Orang yang betul-betul cinta kepada Allah, targetnya atau ujungnya, Allah singkapkan penghalang dari hatinya ya. Penghalang dari hatinya, sehingga dia melihat betul-betul dengan hati nuraninya. Betul-betul dia bisa mudah melihat. Melihat sesuatu itu akan dia lihat dengan hati nurani.
يكون كما قال في الحديث الصحيح. Sehingga dia menjadi seperti hadis, di hadis sahih: “Aku telah mencintainya,” kata Allah. كنت سمعه الذي يسمع به (Maka aku adalah pendengarannya yang akan mendengar). Jadi maksudnya apa? Pendengarannya dikendalikan oleh Allah untuk mendengar yang baik-baik. وبصره. Pandangannya yang dia memandang. Maka dia tidak memandang kecuali yang baik-baik. Tangannya yang berbuat, kakinya yang melangkah. Ya, itu semuanya dikendalikan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada yang baik.
وأما قول أبي هريرة من الصحابة رضي الله تعالى عنهم: سمعت خليلي. Adapun perkataan sahabat (Abu Hurairah) yang mengatakan, “Aku telah mendengar kekasihku,” yakni Rasulullah صلى الله عليه وسلم. فلا يخالف هذا. Ini tidak bertentangan sama sekali. الصحابي يحسن في حقه أن يخلي قلبه للنبي صلى الله عليه وسلم. Orang sahabat itu, yang tepatnya dia harus menjadikan Rasulullah di dalam hatinya. Betul-betul dia menjadi, memberikan kebutuhannya itu kepada Rasulullah. Dia buat, dia, dia apa, dia ruangkan bagi hatinya cinta kepada Rasulullah, sehingga dia akan menaati Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Dia jadikan hatinya tempat untuk mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Dan ini bukan berarti Nabi mencintai (menjadikan) sahabat Khalil. Tidak. Nabi sudah menjadi Khalil. خليل الله, kekasih Allah. Tapi sahabat ada yang mengatakan Rasulullah itu adalah Khalil (kekasihku). Iya. Karena sahabat menjadikan hatinya untuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Jadi kalau kita lihat tingkat khullah itu adalah tingkat yang tertinggi di dalam kecintaan. Ya. Wallahu ta’ala a’lam.
Sampai di sini dulu yang dapat kita sampaikan. Ya. Jadi sekadar berteman saja itu belum khalil. Ya. Di sini kan ada rekan kerja, teman, sahabat, kan begitu ya. Teman dengan sahabat, mana yang lebih, lebih intens? Sahabat yang mana-mana terus. Teman, ya rekan, rekan sekerja. Ada teman lebih dari itu ya. Tidak hanya di kerja saja tapi mungkin olahraga, mungkin apa. Kalau rekan pada umumnya adalah hanya di kerja saja. Ya. Maka itu terus, ya sahabat, ah kemudian ada, kalau dalam bahasa Indonesia ada kekasih. Kekasih lebih spesial lagi begitu ya. Wallahu ta’ala a’lam. Baik. Demikian, وصلى الله على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.



