Kajian KitabSyarah Shahih Muslim

Kitab Syarah Shahih Muslim: Keutamaan Nabi Isa Alaihissalam

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ

اللَّهُمَّ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ. اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَزِدْنَا عِلْمًا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا. يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ

Muslimin dan muslimat rahimani wa rahimakumullah. Kembali setiap pagi kita melanjutkan hadis-hadis dalam Sahih Muslim, masih dalam pembahasan Kitab Al-Fadhail, yaitu keutamaan-keutamaan Nabi kita Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam dan keutamaan-keutamaan yang lain. Kita telah membahas tentang keutamaan Nabi kita Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam, dan terakhir adalah keutamaan melihat Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam serta keutamaan berangan-angan untuk melihatnya.

Sekarang kita masuk pada bab yang baru: بَابُ فَضَائِلِ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ (Bab Keutamaan-keutamaan Nabi Isa Alaihissalam)


Kedekatan Nabi Muhammad dengan Nabi Isa

Imam Muslim mencantumkan beberapa hadis dalam bab ini. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِابْنِ مَرْيَمَ، وَالْأَنْبِيَاءُ أَوْلَادُ عَلَّاتٍ، وَلَيْسَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ

“Aku adalah manusia yang paling berhak terhadap putra Maryam. Para nabi itu adalah saudara-saudara seayah, dan tidak ada seorang nabi pun antaraku dan antara dia.”

Dalam riwayat lain ditegaskan bahwa beliau adalah manusia yang paling berhak dengan Isa putra Maryam, baik di dunia maupun di akhirat.

Penjelasan Ulama: Ulama menjelaskan bahwa makna أَوْلَادُ عَلَّاتٍ (Aulad ‘Allat) adalah saudara-saudara seayah namun ibu mereka berbeda-beda. Adapun saudara seayah dan seibu disebut أَوْلَادُ الْأَعْيَانِ (Auladul A’yan). Mayoritas ulama mengatakan makna hadis ini adalah: أَصْلُ إِيمَانِهِمْ وَاحِدٌ وَشَرَائِعُهُمْ مُخْتَلِفَةٌ (Asal iman mereka satu, namun syariat mereka berbeda-beda).

Para nabi semuanya sepakat dalam urusan usul tauhid. Tidak ada nabi yang berbeda dalam masalah tauhid karena itulah tujuan para nabi diutus dan tujuan manusia diciptakan. Namun, dalam cabang syariat (furu’) terjadi perbedaan. Misalnya, dalam syariat Nabi Yusuf diperbolehkan sujud penghormatan kepada manusia, namun dalam syariat Nabi Muhammad hal itu dilarang keras. Begitu juga cara tobat umat Nabi Musa yang dengan membunuh diri, sedangkan dalam syariat Nabi Muhammad bunuh diri dilarang. Jadi, وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ (agama mereka satu) maksudnya adalah pokok dasar tauhid dan ketaatan kepada Allah, walaupun tata caranya berbeda.


Perlindungan dari Gangguan Setan saat Lahir

Hadis berikutnya dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: مَا مِنْ مَوْلُودٍ يُولَدُ إِلَّا نَخَسَهُ الشَّيْطَانُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ نَخْسَةِ الشَّيْطَانِ، إِلَّا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ

“Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan kecuali setan mencubitnya, sehingga anak itu menangis keras disebabkan oleh cubitan setan, kecuali putra Maryam dan ibunya (Maryam binti Imran).”

Abu Hurairah berkata, “Jika kalian mau, bacalah firman Allah: وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari gangguan setan yang terkutuk).” Karena doa istri Imran inilah Allah melindungi Maryam dan keturunannya (Isa) dari gangguan setan saat lahir.

Ini adalah keutamaan yang jelas bagi Nabi Isa dan ibunya. Meskipun Qadhi Iyad berpendapat bahwa nabi-nabi lain mungkin juga mengalami hal serupa (tidak dicubit setan), namun zahir hadis ini menunjukkan kekhususan bagi Isa dan ibunya.


Kisah Nabi Isa dan Seseorang yang Bersumpah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa Nabi Isa melihat seorang laki-laki mencuri. Nabi Isa bertanya: سَرَقْتَ؟ (Kamu telah mencuri?) Laki-laki itu menjawab: كَلَّا، وَالَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ (Tidak, demi Zat yang tiada sembahan yang berhak diibadati kecuali Dia). Lalu Nabi Isa berkata: آمَنْتُ بِاللَّهِ وَكَذَّبْتُ نَفْسِي (Aku beriman kepada Allah dan aku mendustakan diriku sendiri).

Penjelasan Makna: Maksudnya adalah Nabi Isa membenarkan orang yang bersumpah dengan nama Allah dan mendustakan apa yang nampak secara zahir di matanya. Boleh jadi yang dilihat Nabi Isa seperti mencuri itu sebenarnya bukan pencurian, mungkin orang tersebut sedang mengambil haknya sendiri atau sudah diizinkan pemiliknya. Intinya, Nabi Isa memuliakan sumpah atas nama Allah.

Ini mengajarkan kita untuk mengagungkan Allah. Jika seseorang bersumpah atau meminta tolong dengan nama Allah, kita harus menghormatinya. Hal ini juga penting ditanamkan kepada anak-anak kita agar mereka memahami keagungan pertolongan Allah. Nabi Isa mendustakan prasangkanya sendiri demi menghormati sumpah atas nama Allah.


Demikian yang dapat kita sampaikan. Insyaallah pada pertemuan berikutnya kita akan mempelajari tentang keutamaan Nabi Ibrahim Alaihissalam.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Related Articles

Back to top button