Syarah Shahih Muslim: Keikutsertaan Malaikat di Perang Uhud dan Keberanian Nabi ﷺ
I. Bab: Keikutsertaan Malaikat Jibril dan Mikail dalam Perang Uhud
Hadits Pertama dan Kedua: Kesaksian Sa’ad bin Abi Waqqash
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya dari jalur Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Muhammad bin Bisyr, dan Abu Usamah, dari Mis’ar, dari Sa’ad bin Ibrahim, dari ayahnya, dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
رَأَيْتُ عَنْ يَمِينِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنْ شِمَالِهِ يَوْمَ أُحُدٍ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا ثِيَابٌ بِيضٌ مَا رَأَيْتُهُمَا قَبْلُ وَلَا بَعْدُ
“Aku melihat di sisi kanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sisi kirinya pada hari Perang Uhud, dua orang laki-laki yang mengenakan pakaian putih. Aku tidak pernah melihat keduanya sebelum perang maupun setelahnya.” (Yakni Jibril dan Mikail ‘Alaihimas Salam).
Dalam riwayat lain dari Ishaq bin Manshur, dari Abdus Shamad bin Abdul Warits, dari Ibrahim bin Sa’ad, dari ayahnya, dari Sa’ad bin Abi Waqqash, beliau berkata:
لَقَدْ رَأَيْتُ يَوْمَ أُحُدٍ عَنْ يَمِينِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنْ يَسَارِهِ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا ثِيَابٌ بِيضٌ يُقَاتِلَانِ عَنْهُ كَأَشَدِّ الْقِتَالِ مَا رَأَيْتُهُمَا قَبْلُ وَلَا بَعْدُ
“Sungguh aku telah melihat pada hari Perang Uhud di sisi kanan Rasulullah dan sisi kiri Rasulullah, dua orang laki-laki yang mengenakan pakaian putih, keduanya berperang membelanya dengan sangat sengit. Aku tidak pernah melihat mereka berdua sebelum dan setelah perang itu.”
Faidah Hadits Menurut Imam An-Nawawi:
-
بَيَانُ كَرَامَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى: Menunjukkan kemuliaan Nabi di sisi Allah.
-
إِكْرَامُهُ إِيَّاهُ بِإِنْزَالِ الْمَلَائِكَةِ تُقَاتِلُ مَعَهُ: Allah memuliakan beliau dengan menurunkan malaikat untuk berperang bersamanya.
-
بَيَانُ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ تُقَاتِلُ: Malaikat ikut serta dalam peperangan secara fisik.
-
أَنَّ قِتَالَهُمْ لَمْ يَكْتَصَّ بِيَوْمِ بَدْرٍ: Keikutsertaan malaikat berperang tidak khusus pada Perang Badar saja, tetapi juga di Perang Uhud, membantah pendapat sebagian kalangan yang menyangka malaikat hanya turun di Badar.
-
فَضِيلَةُ الثِّيَابِ الْبِيضِ: Keutamaan memakai pakaian berwarna putih, sebagaimana malaikat Jibril dan Mikail mengenakannya saat perang dan saat mendatangi Nabi (Hadits Jibril).
-
رُؤْيَةُ الْمَلَائِكَةِ لَا تَخْتَصُّ بِالْأَنْبِيَاءِ: Malaikat dapat dilihat oleh selain Nabi, seperti sahabat dan wali Allah, dalam wujud manusia.
-
مَنْقَبَةٌ لِسَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ: Keistimewaan Sa’ad bin Abi Waqqash yang diberikan kemampuan melihat malaikat.
II. Bab: Keberanian Nabi ﷺ dan Keunggulannya dalam Perang
Hadits Pertama: Keberanian Nabi saat Penduduk Madinah Terkejut
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَشْجَعَ النَّاسِ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik (rupanya), manusia yang paling dermawan, dan manusia yang paling pemberani.”
وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَانْطَلَقَ نَاسٌ قِبَلَ الصَّوْتِ
“Suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suara (yang menakutkan). Maka orang-orang bergegas menuju sumber suara tersebut.”
فَتَلَقَّاهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاجِعًا وَقَدْ سَبَقَهُمْ إِلَى الصَّوْتِ
“Ternyata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui mereka dalam keadaan sudah kembali (pulang), padahal beliau telah mendahului mereka menuju sumber suara itu.”
وَهُوَ عَلَى فَرَسٍ لِأَبِي طَلْحَةَ عُرْيٍ فِي عُنُقِهِ السَّيْفُ وَهُوَ يَقُولُ: لَمْ تُرَاعُوا لَمْ تُرَاعُوا
“Beliau menunggangi kuda milik Abu Thalhah tanpa pelana, dengan pedang terkalung di lehernya, seraya bersabda: ‘Jangan kalian takut, jangan kalian takut (tenanglah).'”
قَالَ: وَجَدْنَاهُ بَحْرًا، أَوْ إِنَّهُ لَبَحْرٌ
“Beliau bersabda: ‘Kami mendapati kuda ini bagaikan lautan (sangat cepat larinya).'”
قَالَ: وَكَانَ فَرَسًا يُبَطَّأُ
“Anas berkata: Padahal sebelumnya kuda itu dikenal lambat.”
Hadits Kedua: Kuda Bernama Mandub
Dalam riwayat lain disebutkan:
فَاسْتَعَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَسًا لِأَبِي طَلْحَةَ يُقَالُ لَهُ الْمَنْدُوبُ
“Nabi meminjam kuda Abu Thalhah yang bernama Al-Mandub.”
Faidah Hadits dan Penjelasan Imam An-Nawawi:
-
صِفَاتُ الْكَمَالِ لِلنَّبِيِّ: Allah memuliakan Nabi dengan sifat fisik dan akhlak yang sempurna (paling tampan, paling dermawan, paling pemberani).
-
بَيَانُ شَجَاعَتِهِ وَشِدَّةُ عَجَلَتِهِ فِي الْخُرُوجِ إِلَى الْعَدُوِّ: Keberanian luar biasa Nabi ﷺ. Beliau adalah orang pertama yang keluar memeriksa keadaan saat ada bahaya, mendahului semua orang, memeriksa situasi, dan kembali menenangkan warga sebelum mereka sampai di lokasi. Ini menunjukkan sifat pemimpin sejati yang berada di garda terdepan.
-
بَيَانُ عَظِيمِ بَرَكَتِهِ وَمُعْجِزَتِهِ: Keberkahannya membuat kuda yang tadinya lambat menjadi sangat cepat (وَجَدْنَاهُ بَحْرًا – luas langkahnya/cepat larinya). Ini adalah mukjizat fisik Nabi.
-
جَوَازُ السَّبْقِ عَلَى الْعَدُوِّ وَحْدَهُ: Boleh bagi seorang pemimpin atau prajurit untuk maju sendirian memeriksa musuh jika ia yakin hal itu tidak membahayakan (karena keberanian dan kemampuannya).
-
جَوَازُ الْعَارِيَةِ: Bolehnya meminjam barang (seperti kuda) dan menggunakannya untuk keperluan jihad atau pertahanan.
-
اِسْتِحْبَابُ تَقَلُّدِ السَّيْفِ فِي الْعُنُقِ: Disunnahkan mengalungkan pedang di leher saat kondisi siaga.
-
اِسْتِحْبَابُ تَبْشِيرِ النَّاسِ بِعَدَمِ الْخَوْفِ: Anjuran menenangkan masyarakat (tabsyir) jika bahaya telah lewat atau tidak terbukti.
Kesimpulan:
Dari dua bab di atas, kita mempelajari keutamaan Nabi Muhammad ﷺ yang luar biasa. Beliau tidak hanya didukung oleh kekuatan langit (malaikat Jibril dan Mikail), tetapi secara pribadi beliau juga memiliki keberanian fisik dan mental yang tak tertandingi, menjadi teladan pemimpin yang melindungi dan menenangkan umatnya di garis depan.
Wallahu A’lam Bish-Shawab.
