0%
Kembali ke Blog Kenapa Harus Madinah ?

Kenapa Harus Madinah ?

25/05/2025 99 kali dilihat 3 mnt baca

Ringkasan Kajian Ziarah ke Madinah dan Keutamaannya

Pendahuluan:

  • Kajian ini membahas tentang ziarah ke Madinah, khususnya mengunjungi Masjid Nabawi.

1. Hukum dan Kedudukan Ziarah ke Masjid Nabawi:
* Disunnahkan: Mengunjungi Masjid Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan salat di dalamnya adalah sunnah, bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
* Bukan Bagian dari Haji/Umrah: Ziarah ke Masjid Nabawi bukan syarat atau wajib haji/umrah. Haji/umrah tetap sah tanpa ziarah ke Madinah.
* Dianjurkan bagi Jamaah Haji/Umrah: Bagi yang sudah berada di Makkah untuk haji/umrah, sepantasnya mengunjungi Masjid Nabawi untuk menggabungkan dua kebaikan, terutama jika sulit untuk melakukan perjalanan terpisah.
* Dalil Keutamaan Ziarah ke Tiga Masjid:
* لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى. (Tidaklah pelana itu dikencangkan (untuk bersafar dengan tujuan ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasul صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, dan Masjidil Aqsa).
* Dalil Keutamaan Salat di Masjid Nabawi:
* صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ. (Satu salat di masjidku ini lebih baik daripada 1000 salat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram).

2. Faktor-faktor Pelipatgandaan Pahala Amal:
* Kualitas pelaku (keikhlasan).
* Jenis amalan (amalan yang pahalanya besar seperti puasa).
* Kemuliaan tempat (Masjidil Haram, Masjid Nabawi).
* Kemuliaan waktu (10 hari awal Zulhijah).
* Dalil: مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ. (Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada 10 hari ini).
* Efek dari amal (semakin luas manfaatnya, semakin besar pahalanya, seperti sedekah dan ilmu).

3. Tata Cara Ziarah ke Masjid Nabawi:
* Tujuan Utama: Mengerjakan salat di Masjid Nabawi.
* Adab Masuk Masjid: Mendahulukan kaki kanan, membaca doa masuk masjid (umum).
* Salat Tahiyatul Masjid: Mengerjakan salat dua rakaat di mana saja di dalam masjid.
* Keutamaan Salat di Raudhah:
* Dalil: مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ. (Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga).
* Catatan: Saat ini masuk Raudhah terjadwal melalui aplikasi.
* Menjaga Salat Lima Waktu: Berusaha menjaga salat lima waktu berjamaah di Masjid Nabawi.
* Perluasan Masjid Nabawi: Hukum pekarangan luar masjid diperselisihkan, namun pendapat yang kuat menganggapnya bagian dari masjid.

4. Ziarah ke Kuburan Nabi ﷺ dan Sahabat:
* Dianjurkan setelah Salat di Masjid Nabawi: Bukan tujuan utama safar, tetapi mengikuti ziarah masjid.
* Adab Ziarah Kubur Nabi ﷺ:
* Masuk dari Babussalam.
* Berdiri di hadapan kubur dengan adab, suara lembut.
* Mengucapkan salam: السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.
* Dalil Anjuran Salam: مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ. (Tidak ada seorang pun yang bersalam kepadaku, kecuali Allah kembalikan rohku kepadaku untuk menjawab salamnya).
* Tidak Perlu Titip Salam: Malaikat menyampaikan salam umat kepada Nabi ﷺ.
* Dalil: إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِي السَّلَامَ. (Allah memiliki malaikat yang berkeliling menyampaikan salam umatku kepadaku).
* Bersalam kepada Abu Bakar dan Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا.
* Larangan Saat Ziarah Kubur Nabi ﷺ:
* Mencari keberkahan dengan menyapu dinding, mencium, atau tawaf.
* Dalil Doa Nabi ﷺ: اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ. (Ya Allah, jangan jadikan kuburanku berhala yang disembah).
* Hadis Palsu tentang Keutamaan Ziarah Kubur Nabi ﷺ:
* Hadis seperti “مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَزُرْنِي فَقَدْ جَفَانِي” dan “مَنْ زَارَ قَبْرِي وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي” adalah palsu.
* Ancaman Berdusta Atas Nama Nabi ﷺ:
* مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ. (Siapa yang berdusta atasku dengan sengaja, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka).
* مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ. (Siapa yang menyampaikan hadis dariku yang diduga dusta, maka ia salah satu pendusta).

5. Tempat Lain yang Dianjurkan Dikunjungi di Madinah:
* Masjid Quba:
* Dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan.
* Dalil Keutamaan Salat di Masjid Quba: مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ. (Siapa yang bersuci di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Quba lalu salat di sana, maka pahalanya seperti umrah).
* Kuburan Baqi’: Dianjurkan bagi laki-laki untuk berziarah.
* Kuburan Syuhada Uhud: Dianjurkan bagi laki-laki untuk berziarah.
* Tujuan Ziarah Kubur Secara Umum: Mengingat kematian.
* Dalil: زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْمَوْتَ. (Kunjungilah kuburan karena ia mengingatkan kalian akan kematian).
* Tempat Bersejarah Lainnya (Tidak Disyariatkan untuk Ibadah Khusus): Seperti Saqifah Bani Sa’idah (tempat baiat Abu Bakar), Masjid Ghamamah (bekas lapangan salat Id).

6. Tentang Salat Arbain di Masjid Nabawi:
* Hadis tentang keutamaan salat 40 waktu (Arbain) di Masjid Nabawi adalah daif (lemah).
* Hadis yang lebih kuat adalah tentang menjaga takbiratul ihram selama 40 hari berjamaah di masjid mana pun.
* Dalil: مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ. (Siapa yang salat karena Allah selama 40 hari dalam jamaah dengan mendapatkan takbiratul ihram, maka dituliskan baginya dua kebebasan: bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan).

99